Perbaikan Potensi Kegagalan pada Stasiun Kerja Perble Perusahaan Tekstil

Authors

  • Arinda Soraya Putri Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Nabila Febrianti Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.33005/juminten.v3i3.409

Keywords:

FMEA, FTA, Mode Kegagalan, Perble, Tekstil

Abstract

Sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi tekstil menghadapi masalah di bagian produksi. Permasalahan yang sering terjadi berupa kegagalan pada mesin produksi yang mengganggu jalannya produksi kain. Sehingga, tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi mesin yang mengalami kerusakan dan mencari faktor penyebab serta memberi usulan pencegahan agar masalah tidak terulang kembali. Metode FMEA dipilih untuk menyelesaikan permasalahan yang ada karena dapat mengetahui potensi kegagalan serta efek yang ditimbulkan. Sedangkan Fault Tree Analysis digunakan untuk mengidentifikasikan akar permasalahan dan menunjukkan hubungan sebab akibat antar kejadian. Berdasarkan penelitian pada stasiun kerja perble terdapat 10 potensi kegagalan. Usulan perbaikan yang dapat diberikan antara lain melakukan pengecekan terhadap roll penghantar, melakukan pencarian onderdil yang berkualitas, menentukan batas beban kerja maksimal yang dapat dikerjakan oleh mesin, melakukan pengolahan kain sesuai dengan kapasitas yang dapat dikerjakan mesin, dan melakukan pengecekan secara berkala pada bagian burner turn guna meminimalisir potensi kegagalan yang terjadi, sehingga kegiatan produksi berjalan lancar.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2022-09-30

How to Cite

Arinda Soraya Putri, & Nabila Febrianti. (2022). Perbaikan Potensi Kegagalan pada Stasiun Kerja Perble Perusahaan Tekstil. JUMINTEN, 3(3), 13–24. https://doi.org/10.33005/juminten.v3i3.409